Medan| Wartapoldasu.com – Sejumlah warga di sekitar Jalan Pukat VII No. 27C, Kelurahan Bantan timur,Kec Medan Tembung Kota Medan, mengaku resah dengan aktivitas seorang perempuan lanjut usia (lansia) yang tinggal seorang diri di rumah tersebut, (11/08/26).
Lansia yang diperkirakan berusia sekitar 70 tahun itu disebut warga kerap membuat kegaduhan, terutama pada waktu dini hari sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB.
Warga menyebut, perempuan tersebut beberapa kali berteriak, mengucapkan kata-kata kasar serta membanting pintu rumahnya sendiri dengan keras.
“Ini hampir setiap hari terjadi, terutama saat subuh. Kami merasa terganggu dan khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujar salah seorang tetangga yang akrab disapa Ai.
Menurut warga, kondisi tersebut juga berdampak terhadap tetangga sekitar. Salah seorang tetangga bahkan memiliki bayi yang terkadang terkejut dan menangis ketika mendengar suara pintu dibanting keras disertai teriakan dari rumah lansia tersebut.
Warga berharap anak kandung lansia tersebut dapat memberikan perhatian dan pendampingan lebih kepada ibunya. Mereka menilai, mengingat usia dan kondisi lansia tersebut, diperlukan penanganan serta pendampingan dari keluarga maupun pihak terkait.
“Kami bukan bermaksud mengusir atau menyudutkan beliau. Kami hanya berharap ada perhatian dari keluarganya.
Kalau memang membutuhkan pendampingan, mungkin bisa dikoordinasikan dengan Dinas Sosial atau pihak terkait agar beliau mendapatkan tempat dan perawatan yang sesuai,” ujar warga lainnya.
Persoalan tersebut juga sempat diupayakan untuk dimediasi oleh pihak lingkungan bersama aparat kewilayahan. Kepling dan Babinsa setempat disebut telah mencoba berkomunikasi dengan lansia tersebut untuk mencari solusi atas keluhan warga.
Namun, saat dilakukan pendekatan, lansia tersebut justru terlihat marah dan kemudian pergi menggunakan becak. Sambil meninggalkan lokasi, ia beberapa kali terdengar mengatakan, “Kasih surat panggilan, kasih surat panggilan,” dengan ucapan yang menurut warga sulit dipahami.
Warga berharap persoalan tersebut dapat segera ditangani secara persuasif dan manusiawi. Mereka meminta keluarga tidak membiarkan lansia tersebut menghadapi kondisi tersebut seorang diri.
Selain demi kenyamanan warga sekitar, langkah pendampingan juga dinilai penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan lansia tersebut.
Awak media kemudian berupaya meminta konfirmasi kepada anak kandung lansia tersebut mengenai kondisi dan persoalan yang terjadi di Jalan Pukat VII No. 27C.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga, khususnya anak kandung lansia tersebut, belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga maupun langkah penanganan terhadap kondisi ibunya.
Warga berharap pemerintah setempat melalui perangkat kelurahan, Dinas Sosial, maupun instansi terkait dapat melakukan pendekatan dan asesmen secara profesional. Dengan demikian, persoalan dapat diselesaikan tanpa merugikan lansia maupun masyarakat yang tinggal di sekitarnya. (Red)
- Editor : N gulo
