Madina| WartaPoldasu.com – Harapan masyarakat Desa Hutanamale Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), untuk menikmati akses jalan yang layak hingga kini belum juga terwujud.
Kondisi jalan menuju kawasan tersebut disebut warga telah mengalami kerusakan selama belasan hingga puluhan tahun tanpa pembangunan maupun perbaikan yang memadai dari pemerintah.
Sebagai masyarakat yang hidup dan menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perkebunan, warga berharap akses infrastruktur yang baik dapat mendukung aktivitas ekonomi mereka.
Namun, kondisi jalan yang rusak parah justru membuat masyarakat kesulitan mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Menurut keterangan Darmin Pulungan selaku Ketua Kelompok Tani Hutanamale dan Hasbi, warga Desa Hutanamale, hingga saat ini jalan menuju Desa Hutanamale Julu secara keseluruhan belum pernah mendapatkan pembangunan maupun perbaikan yang layak dari pemerintah setempat.
Warga menyebut, di kawasan Desa Hutanamale Julu terdapat lahan pertanian dan perkebunan yang membentang hingga ratusan hektare. Namun, sebagian lahan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan akses jalan.
“Di atas Desa Hutanamale Julu tersedia lahan pertanian dan perkebunan yang luasnya mencapai ratusan hektare. Namun karena tidak ada akses jalan yang memadai, lahan tersebut sulit dikembangkan,” ujar Darmin Pulungan.
Menurut warga, kondisi jalan yang sangat memprihatinkan juga telah membahayakan pengguna jalan. Bahkan, beberapa warga disebut pernah terjatuh dari sepeda motor saat melintasi jalan yang rusak.
Saat ini, sedikitnya lima desa memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. Darmin Pulungan mengatakan, salah satu komoditas yang mulai dikembangkan masyarakat adalah kopi robusta.
“Sekarang saja ada sekitar 20 hektare kebun kopi robusta yang dikelola warga Desa Sibanggor Jae,” ungkapnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, khususnya Bupati Madina, dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut. Mereka mengusulkan pembangunan akses jalan menuju Desa Hutanamale Julu dengan panjang sekitar 3 kilometer.
Karena pembangunan jalan belum terealisasi, masyarakat akhirnya memilih melakukan swadaya untuk memperbaiki sejumlah titik jalan dengan membeli material sendiri, seperti sirtu dan semen, kemudian menimbun serta mengecor bagian jalan yang rusak.
“Karena pemerintah Mandailing Natal belum membangun jalan kami, masyarakat terpaksa berswadaya menimbun dan mengecor jalan. Kami membeli sirtu dan semen dengan uang sendiri agar jalan bisa dilalui,” kata Darmin.
Belasan tahun hidup dengan kondisi jalan rusak berat membuat masyarakat merasa seolah-olah terisolasi. Padahal, akses jalan tersebut sangat penting untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat perekonomian di Panyabungan.
“Kami berharap pemerintah segera memperhatikan jalan ini. Hasil pertanian kami harus bisa diangkut sampai ke pusat perekonomian di Panyabungan. Kalau jalan tetap seperti ini, tentu sangat menyulitkan masyarakat,” ujar Darmin Pulungan.
Masyarakat berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian pemerintah dan pembangunan jalan menuju Desa Hutanamale Julu dapat segera direalisasikan demi membuka akses ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga. (Am Nas)
- Editor : N gulo
