Madina| WartaPoldasu.com – Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Hutanamale dengan anak desa Hutanamale Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, hingga kini masih memprihatinkan.
Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut dipenuhi lumpur, lubang, batu kerikil, serta sejumlah bagian jalan yang mengalami kerusakan. Kondisi itu menjadi keluhan masyarakat karena jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi warga, khususnya para petani.
Pantauan di lapangan, anak-anak dan kaum ibu bahkan harus melewati jalan berlumpur sambil membawa hasil panen. Kondisi tersebut dinilai semakin menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Menurut keterangan warga, jalan kabupaten tersebut juga menjadi akses yang menghubungkan wilayah Hutanamale Julu hingga ke Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan.
Hasbi, salah seorang warga Hutanamale Julu, saat dihubungi Wartapoldasu.com, Jumat (11/9/2026), mengatakan terdapat sekitar 30 kepala keluarga (KK) yang bermukim di Hutanamale Julu dan mayoritas menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Di tengah kondisi jalan yang dinilai sangat memprihatinkan, masyarakat selama ini berupaya mempertahankan akses tersebut secara swadaya.
Setiap Jumat, warga bergotong royong membersihkan badan jalan. Bahkan, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap menggunakan dana swadaya masyarakat, terutama para petani.
Hasbi mengungkapkan, jalan tersebut disebut sudah puluhan tahun tidak mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.
“Jalan ini sudah puluhan tahun tidak pernah mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah.
Begitu juga dari perusahaan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang ada di daerah kami. Kami merasa dianaktirikan oleh pemerintahan setempat secara keseluruhan,” ujar Hasbi.
Ia mengatakan, akses menuju Hutanamale Julu yang panjangnya kurang lebih 3 kilometer tersebut hingga kini belum mendapatkan perbaikan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
“Kami tidak pernah merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Jalan ini kami perbaiki dengan cara swadaya masyarakat petani,” katanya.
Menurut Hasbi, kerusakan jalan bukan hanya berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menyulitkan anak-anak yang menggunakan akses tersebut untuk bersekolah.
Selain itu, kondisi jalan yang buruk juga dikhawatirkan membahayakan warga ketika membawa hasil pertanian menggunakan sepeda motor.
“Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan. Anak sekolah dari Hutanamale Julu kesulitan melintas. Untuk mengangkut hasil pertanian juga sulit. Kami bahkan pernah jatuh dari sepeda motor,” ungkapnya.
Yang paling dikhawatirkan, kata Hasbi, adalah ketika ada warga yang sakit atau ibu hamil yang hendak melahirkan dan membutuhkan pertolongan medis.
“Yang paling susah ketika ada warga yang sakit ataupun ibu-ibu yang ingin melahirkan. Kondisi jalan seperti ini sering membuat perjalanan menuju pusat kecamatan untuk berobat menjadi terlambat,” tuturnya.
Hasbi menambahkan, persoalan jalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah.
Pada masa kepemimpinan Dahlan Hasan Nasution maupun Sukhairi, masyarakat disebut telah dua kali mengusulkan agar akses tersebut diperbaiki.
Bahkan, menurutnya, pihak terkait sempat melakukan survei terhadap kondisi jalan. Namun, hingga kini perbaikan belum juga terealisasi.
“Pada masa kepemimpinan Dahlan, kemudian masa kepemimpinan Sukhairi, jalan ini sudah dua kali kami usulkan untuk diperbaiki.
Bahkan sudah sempat disurvei, tetapi sampai sekarang tidak pernah jadi diperbaiki,” katanya.
Karena tidak ingin akses tersebut semakin rusak, masyarakat secara bergotong royong melakukan perbaikan secara bertahap, termasuk melalui rabat beton menggunakan swadaya.
Sementara itu, Darmin Pulungan selaku Ketua Kelompok Tani di wilayah tersebut mengatakan, terdapat sekitar 30 hektare kebun kopi di kawasan Hutanamale Julu.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut karena sangat berkaitan dengan aktivitas perekonomian masyarakat.
“Besar harapan kami agar Bupati Mandailing Natal segera memperbaiki jalan ini sebagai akses untuk mengangkut hasil pertanian dari Hutanamale Julu menuju pusat perekonomian di Kecamatan Puncak Sorik Marapi maupun ke pusat kota Kabupaten Mandailing Natal,” ujar Darmin.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera turun melihat langsung kondisi jalan sekaligus merealisasikan perbaikan.
Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan akses utama untuk pendidikan, pelayanan kesehatan, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat petani. (AM Nasution)
- Editor : N gulo
