filter: 109; fileterIntensity: 0.8; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;
Medan| Wartapoldasu.com – Peresmian rumah ibadah Cetiya yang berlokasi di Jalan Tapian Nauli, Pasar Satu, Komplek Pasar Satu Mas Blok C23–24, berlangsung pada Minggu, 20 September 2026.
Kegiatan peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol diresmikannya tempat ibadah yang diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial dan kerukunan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Medan; Anggota DPRD Sumut Hasyim, S.E.; Anggota DPRD Kota Medan Agus Setiawan; Ketua Tridharma Komda Sumatera Utara Budi Malem, SMT; Pembimas Buddha Provinsi Sumatera Utara Sukasdi, S.E., M.A.; serta pimpinan media Wartapoldasu yang juga merupakan Ketua Yayasan Cetiya. Tissa johan SH.

Dalam rangkaian kegiatan, para undangan bersama pengurus yayasan mengikuti prosesi peresmian dan penandatanganan prasasti.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap keberadaan rumah ibadah sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Ketua Tridharma Komda Sumatera Utara, Budi Malem, SMT, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keberadaan Cetiya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi umat serta menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai keagamaan dan kerukunan di tengah masyarakat.
Keberadaan rumah ibadah bukan hanya menjadi tempat untuk menjalankan kegiatan keagamaan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi tempat pembinaan umat serta mempererat kebersamaan dan kerukunan masyarakat,” ujar Budi Malem.»

Sementara itu, dalam sambutannya Anggota DPRD Sumut, Hasyim, S.E., menyampaikan apresiasi atas peresmian Cetiya.
Menurutnya, keberadaan tempat ibadah merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat dan diharapkan dapat digunakan dengan baik serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami mengapresiasi peresmian tempat ibadah ini. Semoga Cetiya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kegiatan keagamaan, pembinaan umat, serta turut menjaga kerukunan dan kebersamaan masyarakat,” kata Hasyim.
Ketua Permabudhi Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, juga memberikan perhatian terhadap peresmian tersebut.
Kehadiran Cetiya diharapkan dapat menjadi salah satu sarana bagi umat Buddha dalam melaksanakan kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Cetiya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga proses pembangunan hingga peresmian rumah ibadah tersebut dapat terlaksana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan perhatian terhadap berdirinya Cetiya.
Kami berharap tempat ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kegiatan keagamaan dan memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Peresmian Cetiya tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain menjadi momentum peresmian rumah ibadah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus yayasan, tokoh agama, unsur pemerintahan, legislatif, dan masyarakat.
Dengan diresmikannya Cetiya, pengurus berharap rumah ibadah tersebut dapat terus berkembang sebagai tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan, pendidikan, pembinaan umat, serta turut berkontribusi dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan masyarakat di Kota Medan. (Red)
- Editor : N gulo
