Simalungun| Wartapoldasu.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) resmi mengalokasikan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6,9 miliar untuk proyek rehabilitasi Saluran Irigasi Javacolonisasi (PHTC-5b) di Kabupaten Simalungun.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen penuh pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Infrastruktur vital ini ditargetkan mampu mengairi area layanan irigasi seluas kurang lebih 1.030 hektar. Aliran air tersebut akan melintasi enam wilayah nagori di Kecamatan Pematang Bandar, meliputi Nagori Purba Ganda, Purwosari, Purwodadi, Wonorejo, Kandangan, dan Nagori Talun Rejo.
Dalam pelaksanaannya, proyek strategis ini dikerjakan oleh CV AA Group selaku kontraktor pelaksana dengan didampingi oleh CV HAWAREN ENJENERING sebagai konsultan pengawas.
Kehadiran proyek ini disambut baik oleh masyarakat tani setempat yang selama ini kerap menghadapi kendala distribusi air, terutama saat musim kemarau di mana pembagian air ke sawah warga sering tidak merata.
Tokoh masyarakat Nagori, Lili Efendi, menyampaikan apresiasi mendalam atas realisasi perbaikan saluran yang telah lama dinantikan oleh warga tersebut. Meski demikian, warga menegaskan akan tetap aktif memantau jalannya proyek bernilai besar ini.
“Kami sangat bersyukur atas realisasi proyek irigasi Javacolonisasi ini. Dengan anggaran yang cukup besar ini, kami berharap kualitas bangunannya benar-benar kokoh,” ujar Lili Efendi saat ditemui di lokasi proyek, Sabtu (19/9/2026).
Lili menambahkan bahwa masyarakat berkomitmen untuk ikut mengawasi jalannya proyek di lapangan agar berjalan profesional dan selesai tepat waktu.
Merespons aspirasi dan harapan warga, pihak pemerintah memastikan seluruh proses pengerjaan akan dikawal dengan standar kualitas tertinggi melalui pengawasan ketat secara berkala di lapangan.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya kendala teknis atau keterlambatan.
UPL 4 Javacolonisasi / Purbo Gondo, Syukur Susilo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi pengerjaan yang asal-asalan. Pihaknya juga mengapresiasi peran aktif warga dalam fungsi kontrol sosial.
“Kami sudah instruksikan kepada CV AA Group selaku kontraktor untuk bekerja maksimal sesuai dengan spesifikasi teknis baku. Kualitas adalah harga mati karena saluran ini vital bagi produktivitas pangan,” tegas Syukur Susilo.
Syukur menambahkan, proyek fisik ini ditargetkan rampung tepat waktu agar manfaat pasokan air ke lahan seluas 1.030 hektar tersebut bisa langsung dirasakan oleh para petani pada musim tanam berikutnya.
Melalui rehabilitasi Saluran Irigasi Javacolonisasi ini, Pemprovsu berharap dapat menghadirkan solusi jangka panjang bagi pemenuhan kebutuhan air persawahan di Kecamatan Pematang Bandar.
Ketersediaan suplai air yang stabil diproyeksikan dapat mendongkrak indeks pertanaman (IP) petani setempat sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi stabilitas dan ketahanan pangan di wilayah Sumatera Utara. (Mariono)
- Editor : N gulo
