Labuhanbatu| Wartapoldasu.com – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Labuhanbatu Raya, Agun Noto, S.Kom., memberikan tali asih kepada Kiki Rezeki Ritonga, ibu kandung Alif Al Fakri (5), balita yang mengalami gizi buruk dan gangguan penglihatan.
Alif saat ini menjalani perawatan di Ruang 02 RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (25/10/2026).
Alif, yang lahir pada 2021, berasal dari Dusun 8, Desa Sei Sanggul, Kecamatan Panai Hilir. Kondisi kesehatannya menjadi perhatian setelah ia harus berjuang menghadapi persoalan gizi dan gangguan penglihatan hingga akhirnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Rantauprapat.
Kehadiran Ketua LPAI Labuhanbatu Raya tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Alif sekaligus dorongan agar anak yang membutuhkan penanganan khusus memperoleh perhatian medis, sosial, dan perlindungan yang berkelanjutan.
Dalam keterangannya di RSUD Rantauprapat, Agun Noto menyampaikan lima harapan sekaligus langkah yang menurutnya perlu mendapat perhatian berbagai pihak.
Pertama, ia berharap Alif segera pulih dan memperoleh penanganan medis terbaik, terutama terkait kondisi gizi buruk dan gangguan penglihatannya.
Kedua, Agun berharap pemerintah melakukan asesmen dan memastikan status serta kebutuhan Alif tercatat dalam basis data sosial yang sesuai, termasuk Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang kini menjadi basis data nasional untuk penyaluran berbagai program bantuan sosial.
Dengan demikian, Alif diharapkan dapat memperoleh akses bantuan nutrisi lanjutan dan jaminan kesehatan sesuai persyaratan yang berlaku.
Ketiga, LPAI Labuhanbatu Raya menyatakan kesiapannya untuk mengajukan pendampingan sebagai orang tua asuh bagi Alif.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak berhenti pada saat anak menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi berlanjut hingga kebutuhan tumbuh kembang, pendidikan, dan masa depannya mendapatkan perhatian.
Keempat, Agun berharap kasus Alif menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak agar tidak ada lagi anak di wilayah terpencil Kabupaten Labuhanbatu yang luput dari perhatian.
Menurutnya, deteksi dini melalui Puskesmas dan Posyandu serta mekanisme rujukan yang berjalan efektif sangat penting untuk mencegah kondisi serupa terlambat ditangani.
Kelima, ia mendesak Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Labuhanbatu agar memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Alif, termasuk melakukan asesmen kebutuhan, pendataan sosial, serta memfasilitasi akses bantuan nutrisi, layanan kesehatan, dan pendampingan keluarga.
Agun juga berharap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dapat mengintegrasikan penanganan kasus ini dengan program percepatan penurunan stunting dan upaya perlindungan anak yang telah dicanangkan pemerintah daerah.
Ia menyinggung program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (OTA GENTING) serta Gerakan Satu Telur Setiap Jumat yang dicanangkan Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk melindungi anak-anak Labuhanbatu,” ujar Agun Noto.
Pemberian tali asih tersebut diterima langsung oleh Kiki Rezeki Ritonga dengan penuh haru. Ia mengaku terharu atas kehadiran LPAI Labuhanbatu Raya yang datang menjenguk dan melihat secara langsung kondisi anaknya di RSUD Rantauprapat.
Bagi keluarga, perhatian dan dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat dalam menghadapi proses perawatan Alif serta memperjuangkan pemenuhan kebutuhan kesehatannya.
Dalam kesempatan itu, LPAI Labuhanbatu Raya turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra kerja dan keluarga besar jurnalis yang tergabung dalam TIM JITU Kabupaten Labuhanbatu atas dukungan terhadap upaya membantu Alif.
Agun mengapresiasi kepedulian yang diberikan secara tulus dan ikhlas, termasuk langkah nyata dalam mendorong perhatian berbagai pihak terhadap kondisi anak tersebut.
Menurutnya, kepedulian sosial tidak harus dilakukan dengan mencari pujian atau pengakuan, melainkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perlindungan.
LPAI Labuhanbatu Raya berharap perhatian terhadap Alif dapat menjadi momentum penguatan sinergi antara keluarga, masyarakat, insan pers, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah.
Dengan kerja sama tersebut, diharapkan Alif memperoleh penanganan yang berkelanjutan serta setiap anak di Kabupaten Labuhanbatu mendapatkan hak atas kesehatan, gizi yang layak, pendidikan, dan perlindungan demi masa depan yang lebih baik.
- Editor : N gulo
