Jakarta| WartaPoldasu.com – Dua tahun kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan daya saing perdagangan, serta mendorong transformasi sektor logistik.
Dalam upaya tersebut, sektor kepelabuhanan memiliki peran strategis sebagai penghubung perdagangan, distribusi barang, dan rantai pasok nasional maupun internasional.
Berdasarkan data kinerja arus petikemas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo hingga September 2026, total arus petikemas tercatat mencapai 15,45 juta TEUs, meningkat 6,85 persen dibandingkan periode Januari–September 2025 yang mencapai 14,46 juta TEUs.
Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas kepelabuhanan sekaligus memperlihatkan pentingnya infrastruktur logistik dalam menunjang pergerakan perdagangan Indonesia.
Kinerja Pelindo menunjukkan pertumbuhan pada dua segmen utama, yakni domestik dan internasional.
Arus petikemas domestik meningkat dari 7,71 juta TEUs menjadi 8,02 juta TEUs, atau tumbuh sekitar 4,02 persen. Sementara itu, arus petikemas internasional meningkat dari 6,75 juta TEUs menjadi 7,43 juta TEUs, atau tumbuh sekitar 10,07 persen.
Pertumbuhan segmen internasional yang lebih tinggi menunjukkan meningkatnya aktivitas layanan petikemas lintas negara yang ditangani pelabuhan Indonesia.
Di tengah persaingan perdagangan global, kapasitas pelabuhan, efisiensi operasional, kualitas pelayanan, dan konektivitas antarpelabuhan menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Indonesia di jaringan logistik regional maupun global.
Dari total arus petikemas Januari–September 2026, segmen domestik berkontribusi sekitar 51,9 persen, sedangkan segmen internasional mencapai 48,1 persen.
Komposisi tersebut menggambarkan peran pelabuhan sebagai simpul distribusi antardaerah sekaligus pintu gerbang perdagangan internasional.
Sebagai perusahaan yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan kepelabuhanan nasional, Pelindo menghadapi tantangan untuk memastikan pertumbuhan arus barang berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas, efisiensi, keandalan layanan, dan integrasi sistem logistik.
Penguatan konektivitas pelabuhan dari Sabang sampai Merauke menjadi bagian penting dalam membangun sistem logistik yang semakin terintegrasi.
Konektivitas tersebut diharapkan mampu memperlancar pergerakan barang antarpulau dan antarwilayah, mendukung distribusi komoditas, serta menunjang kebutuhan industri dan masyarakat.
Transformasi digital, optimalisasi kapasitas terminal, integrasi layanan, dan penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan juga menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan.
Upaya tersebut perlu diiringi dengan peningkatan keselamatan, kepastian layanan, dan efisiensi biaya logistik agar manfaat pertumbuhan sektor kepelabuhanan dapat dirasakan secara lebih luas.
Pertumbuhan arus petikemas dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan, antara lain:
1. Peningkatan aktivitas ekspor dan impor.
2. Penambahan rute serta kunjungan kapal.
3. Pertumbuhan industri dan kawasan ekonomi.
4. Peningkatan kapasitas dan kualitas layanan terminal.
5. Pembangunan proyek strategis nasional.
6. Penguatan konektivitas antarpulau.
7. Integrasi sistem dan peningkatan efisiensi logistik.
Sinergi pemerintah, operator pelabuhan, pelaku usaha, perusahaan pelayaran, sektor industri, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan tersebut memberikan manfaat bagi perekonomian nasional.
Dalam perspektif manajemen dan logistik kepelabuhanan, capaian arus petikemas tidak semata-mata diukur dari peningkatan volume bongkar muat.
Kinerja tersebut juga perlu dilihat bersama perkembangan perdagangan, produktivitas industri, kapasitas infrastruktur, kualitas pelayanan, dan efektivitas rantai pasok.
Memasuki fase pembangunan berikutnya, tantangan Indonesia bukan hanya meningkatkan volume arus barang, melainkan juga membangun ekosistem logistik yang semakin kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Pelabuhan harus berkembang lebih dari sekadar tempat kapal bersandar dan petikemas dipindahkan.
Pelabuhan perlu menjadi simpul pertumbuhan ekonomi yang mampu mempercepat distribusi, mendukung industrialisasi, membuka peluang perdagangan, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Pertumbuhan arus petikemas Pelindo hingga September 2026 memberikan gambaran mengenai perkembangan aktivitas kepelabuhanan nasional.
Momentum tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas, inovasi pelayanan, pengembangan konektivitas, transformasi digital, serta kolaborasi lintas sektor.
Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum untuk melanjutkan agenda pembangunan dan memperkuat daya saing Indonesia.
Dalam konteks tersebut, Pelindo memiliki posisi penting dalam mendukung kelancaran arus perdagangan, memperkuat konektivitas maritim, dan meningkatkan kualitas layanan logistik nasional.
Pada akhirnya, keberhasilan sektor kepelabuhanan tidak hanya diukur dari besarnya arus petikemas yang ditangani, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan efisiensi, memperkuat konektivitas antardaerah, mendukung aktivitas industri, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Pelabuhan yang kuat, logistik yang efisien, dan konektivitas yang terintegrasi merupakan fondasi penting bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan perdagangan, dan memperkuat posisinya dalam perekonomian dunia.
Pelindo Menghubungkan Negeri, Mendorong Pertumbuhan, Memperkuat Indonesia.(Usman)
- Editor : N gulo
