Medan| Wartapoldasu.com – Sebanyak 40 finalis Duta Genre Kota Medan bersama 85 siswa-siswi Yayasan Sultan Iskandar Muda mengikuti kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan serta Pencegahan Radikalisme dan Kekerasan yang digelar di Auditorium Bung Karno Yayasan Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal Gang Bakul, Kota Medan, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.10 hingga 12.15 WIB tersebut menghadirkan Tim Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri yang terdiri dari Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., Brigpol M. Siddiq, S.H., dan Briptu Fitrah.
Kehadiran tim disambut oleh Kepala Bidang DP3APMP2KB Kota Medan, Kepala Yayasan Sultan Iskandar Muda Finche Kusmanto, M.Psi., beserta para guru dan staf yayasan.
Dalam pemaparannya, Brigpol M. Siddiq, S.H., mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen penyebar informasi mengenai pencegahan radikalisme di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Menurutnya, pelajar merupakan salah satu kelompok yang rentan menjadi sasaran penyebaran paham radikal melalui berbagai media, khususnya media sosial.
Ia mengingatkan para peserta agar menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat memicu perpecahan.
“Gunakan telepon genggam dan media sosial secara positif. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong, serta jangan terpengaruh oleh ujaran kebencian maupun ajakan yang mengarah pada tindakan radikal dan kekerasan,” pesannya.
Tim Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri juga berharap seluruh peserta mampu membentengi diri dari pengaruh paham IRET dan NVE.
Berbagai peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia diharapkan menjadi pelajaran penting agar generasi muda semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk penyebaran paham yang mengancam persatuan bangsa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para finalis Duta Genre dan siswa-siswi Yayasan Sultan Iskandar Muda dapat menjadi pelopor dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari pengaruh radikalisme maupun kekerasan.
- Editor : N gulo
