Medan| Wartapoldasu.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Ny. Roswitha Antonius Ginting, menghadiri kegiatan adat Mburo Ate Tedeh yang dirangkaikan dengan prosesi penambalan marga kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas beserta keluarga.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung TP PKK Kota Medan, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Karo turut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M., Ketua DWP Kabupaten Karo, Ny. Rehmilna Gelora Ginting, Kepala Disbudporapar Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, S.STP., M.Si., serta Kepala Bapenda Kabupaten Karo, Petrus Ginting, S.Sos.
Pada prosesi adat penambalan marga tersebut, Rico Tri Putra Bayu Waas resmi ditabalkan menjadi Merga Ginting Suka, dengan bebere Tarigan Sibero. Sementara itu, Airin Rico Waas ditabalkan menjadi Beru Sembiring Pelawi, dengan bebere Karo Sekali Suka Piring.
Melalui prosesi adat tersebut, Bupati Karo Antonius Ginting secara adat menjadi orang tua bagi Rico Waas. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kekerabatan, persaudaraan, serta pelestarian adat dan budaya Karo.
Usai prosesi penambalan marga, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan bahwa pemberian marga bukan sekadar gelar, melainkan sebuah kehormatan yang disertai tanggung jawab besar.
“Ini bukan sekadar gelar yang diberikan, tetapi penghargaan luar biasa dengan tanggung jawab besar untuk merawat kesukuan dan kebangsaan,” ujar Rico.
Penabalan marga tersebut memiliki latar belakang sejarah dan hubungan kekeluargaan yang erat. Hal ini berkaitan dengan sejarah kakek Wali Kota Medan, Letnan Jacob Waas, yang diketahui pernah menjadi ajudan Pahlawan Nasional Letjen Djamin Gintings.
Selain hubungan historis tersebut, prosesi adat ini juga mencerminkan kedekatan emosional antara keluarga Waas dan keluarga Ginting Suka.
Momentum Mburo Ate Tedeh ini menjadi wujud nyata bagaimana adat dan budaya Karo tetap hidup serta menjadi jembatan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kota Medan dan Kabupaten Karo.
- Editor : N gulo
