Medan| Wartapoldasu.com – Pasca pelantikan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan yang baru, dinamika di lingkungan Pemerintah Kota Medan mulai menuai sorotan.
Ketua Fraksi PSI DPRD Medan, Renville Pandapotan Napitupulu, menyampaikan kekecewaannya terhadap pergantian pejabat di dinas strategis tersebut.
Menurut Renville, pergantian Kepala Dinas yang kini dijabat oleh Khairul Azmi, S.STP, serta mutasi Sekretaris Dinas sebelumnya, Willy Irawan, dinilai justru merombak komposisi yang selama ini telah berjalan baik.
“Komposisi sebelumnya sudah bagus, tapi malah dirombak. Ini yang membuat saya heran, apalagi kita sedang fokus menangani persoalan banjir di Kota Medan,” ujarnya dengan nada kritis.
Ia menilai, sosok Willy Irawan selama ini memiliki pemahaman yang cukup kuat terkait persoalan banjir dan manajemen infrastruktur, khususnya dalam upaya normalisasi Sungai Bederah yang hingga kini belum menunjukkan hasil optimal.
Renville menegaskan, pihaknya di Komisi IV DPRD Medan akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pejabat baru, termasuk menguji kemampuan mereka dalam menyelesaikan persoalan krusial di lapangan.
“Kita akan lihat bagaimana kapasitasnya. Yang terpenting, penggunaan anggaran harus tepat dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga membuka kemungkinan untuk merekomendasikan pergantian kembali apabila pejabat yang baru dinilai tidak mampu memenuhi ekspektasi.
Lebih lanjut, Renville menyoroti persoalan teknis dalam proyek normalisasi Sungai Bederah, khususnya pada titik pertemuan aliran air dari kawasan Jalan Sumarsono menuju hilir sungai.
Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara lebar saluran di bagian hulu dan hilir. Di satu sisi, bagian hilir telah diperlebar hingga sekitar 15 meter oleh pihak kementerian, sementara pada bagian pintu masuk dari Jalan Sumarsono masih relatif sempit, hanya sekitar 5 meter.
“Kondisi ini berpotensi menyebabkan antrean air dan memperlambat aliran, sehingga berdampak pada banjir di wilayah Kota Medan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini akan menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur kinerja pejabat baru di Dinas SDABMBK.
“Ini akan kita uji. Sejauh mana kemampuan mereka dalam menyelesaikan persoalan konkret seperti Sungai Bederah,” pungkasnya. (Red)
- Editor : N gulo
