Medan Marelan| Wartapoldasu.com – Antrian panjang armada truk pengangkut sampah kembali terjadi di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Kota Medan di Paluh Nibung Lingkungan 1, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (22/9).
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan armada truk sampah terpaksa antre hingga dua hari demi menunggu giliran untuk membongkar muatan limbah rumah tangga dan pasar.
Kondisi ini mengakibatkan penumpukan volume sampah di beberapa titik sudut kota terhambat untuk diangkut, lantaran armada operasional tertahan di area menuju penimbangan dan pembuangan akhir.
Penyebab Utama Antrean
Beberapa faktor krusial yang diidentifikasi menjadi penyebab utama terjadinya antrean panjang truk sampah ini antara lain, Faktor Cuaca dan Infrastruktur Jalan.
Tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir menyebabkan akses jalan tanah di dalam area TPA menjadi berlumpur, licin, dan amblas.
Hal ini memperlambat pergerakan truk pengangkut saat akan melakukan manuver bongkar muatan.
Selain itu, Keterbatasan jumlah alat berat (ekskavator) yang beroperasi secara optimal untuk meratakan timbunan sampah memperlambat proses pengosongan muatan truk.
Kapasitas Lahan (Overload)
Kondisi lahan pembuangan yang semakin menyempit juga memerlukan penataan ekstra sensitif agar tidak membahayakan keselamatan para sopir dan pekerja di area TPA.
Untuk itu, kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan turun ke lokasi untuk mengambil langkah-langkah solutif berupa Perbaikan Akses Jalan Darurat, diantaranya dengan melakukan pengerukan material keras di jalur-jalur kritis yang berlumpur agar truk dapat melintas dengan lebih cepat dan aman.
Disamping itu, DLH diminta memaksimalkan operasional alat berat penata sampah di zona pembuangan agar proses unloading (bongkar muatan) memakan waktu lebih singkat.
Masyarakat juga meminta Pemerintah mengebut proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) Medan Raya yang direncanakan beroperasi di bulan Desember 2028 mendatang. (Usman)
- Editor : N gulo
