Medan| Wartapoldasu.com – Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Cetiya Gunung Naga (龍山寺) bersama Cetiya Avalokitesvara (千手觀音廟) di bawah binaan PTITD SI 67 dan Martrisia turut mengirimkan muda-mudi Tridharma.
Untuk mengikuti Kelas Prajna dan Pelatihan Dhammasikkha yang berlangsung selama satu pekan di Vihara Sariputra, Jalan Sederhana No. 39–40, Kampung Tandam Hulu Satu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kegiatan yang digelar pada 30 Juni hingga 7 Juli 2026 tersebut dipimpin oleh Bhiksu YM Nyanagiri Vichaya Mahasthavira atau yang akrab disapa Suhu Gunung (释学山), dengan pembinaan materi dasar-dasar Agama Buddha oleh UPA Prajna Vijaya (Laoshi Asen).
Cetiya Gunung Naga dan Cetiya Avalokitesvara merupakan dua rumah ibadah bercorak Tridharma yang melayani umat Buddha, Tao, dan Konghucu di Kota Medan. Selain menjadi tempat beribadah, kedua cetiya tersebut juga aktif membina generasi muda melalui berbagai kegiatan keagamaan.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta menerima Visudhi Tri Sarana dan Pancasila Buddhis yang ditahbiskan langsung oleh Bhiksu YM Nyanagiri Vichaya Mahasthavira sebagai landasan keyakinan umat Buddha sekaligus pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari demi perkembangan Buddha Sasana.
Kelas Prajna dan Pelatihan Dhammasikkha merupakan program pembinaan spiritual yang bertujuan meningkatkan kebijaksanaan (Prajna), moralitas, serta pemahaman batin sesuai ajaran Buddha.
Dalam kesempatan tersebut, Bhiksu YM Nyanagiri Vichaya Mahasthavira bersama Prajna Vijaya (Laoshi Asen) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus Vihara Sariputra Tandam serta Yayasan Dharmayana Indonesia yang telah memberikan fasilitas dan dukungan kepada para muda-mudi Tridharma selama mengikuti pelatihan.
“Semoga para Buddha dan Bodhisattva senantiasa menyertai, melindungi, dan memberkahi kita semua,” ungkap mereka.
Sementara itu, Ketua Tridharma Komda Sumut PTITD SI 67 dan Martrisia, Budi Malem, S.Mt., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan Dhammasikkha memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual generasi penerus Tridharma.
Budi menjelaskan, Martrisia (Majelis Rohaniwan Tridharma Seluruh Indonesia) merupakan organisasi majelis keagamaan umat Tridharma yang menaungi ajaran Buddha, Tao, dan Konghucu serta berdiri sejak tahun 1967.
Bersama Perhimpunan Tempat Ibadah Tridharma (PTITD), organisasi tersebut aktif membina umat, khususnya kalangan muda, sekaligus menyatukan berbagai kelenteng serta menyelaraskan pemahaman ajaran Tridharma di seluruh Indonesia.
- Editor : N gulo
