Pakpak Bharat| Wartapoldasu.com – Penemuan jejak kaki yang diduga milik harimau di sekitar kawasan perladangan Sulampak, Dusun Kerajaan, Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian dan pihak terkait.
Polres Pakpak Bharat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pihak Kecamatan Kerajaan serta Pemerintah Desa Kuta Saga melakukan pengecekan camera trap yang sebelumnya telah dipasang di empat titik di sekitar lokasi.
Pengecekan tersebut dilakukan pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Langkah ini dilakukan menyusul ditemukannya seekor sapi milik warga dalam kondisi mati di area perladangan Sulampak beberapa hari sebelumnya. Pada bagian leher dan ekor sapi ditemukan bekas gigitan yang diduga akibat serangan hewan buas.
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kerajaan AKP Sukanto Berutu, S.H., sebagaimana disampaikan Kasi Humas Polres Pakpak Bharat AKP Amron Simanullang, S.H., menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan untuk memastikan keberadaan serta pergerakan satwa yang diduga harimau tersebut.
Menurut Amron, kejadian bermula pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Seorang warga berinisial DP yang sedang melakukan penyemprotan tanaman cabai di ladangnya menemukan jejak kaki hewan yang diduga merupakan jejak harimau.
Temuan tersebut kemudian disampaikan DP kepada tetangganya, WM, yang memiliki hewan ternak di sekitar lokasi.
Setelah mengecek ternaknya, WM menemukan seekor lembu berusia sekitar dua tahun dalam kondisi mati dengan luka pada bagian leher dan ekor yang diduga akibat gigitan hewan buas.
Atas kejadian tersebut, WM kemudian melaporkannya kepada Polsek Kerajaan. Selanjutnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan pemeriksaan dan penelusuran di lokasi.
“Pihak BKSDA juga telah melakukan pengecekan lebih mendalam terhadap jejak telapak kaki yang ditemukan di Perladangan Talutuk, Desa Sukaramai, serta Perladangan Lae Mbuturen, Desa Kuta Meriah.
Hasil pengecekan menunjukkan jejak tersebut identik dengan jejak telapak kaki harimau yang ditemukan di Perladangan Sulampak, Desa Kuta Saga,” jelas Amron.
Ia menyebutkan, lokasi perladangan tersebut berada tidak jauh dari kawasan Hutan Lindung Batu Ardan. Berdasarkan hasil pemantauan dan penelusuran, satwa yang diduga harimau tersebut diperkirakan telah kembali masuk ke kawasan hutan lindung.
Meski demikian, Polres Pakpak Bharat dan BKSDA mengimbau masyarakat, khususnya para petani yang memiliki ladang berdekatan dengan kawasan Hutan Lindung Batu Ardan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Walaupun harimau tersebut diduga telah kembali ke Hutan Lindung Batu Ardan, kami tetap mengimbau masyarakat, khususnya pemilik ladang yang lokasinya berdekatan dengan kawasan hutan, untuk tetap berhati-hati dan waspada.
Sewaktu-waktu hewan buas tersebut dapat kembali dan muncul di tengah aktivitas masyarakat yang sedang mengolah ladang,” tutup Kasi Humas Polres Pakpak Bharat AKP Amron Simanullang, S.H.
- Editor : N gulo
